Beberapa Penyebab Utama Bronkiolitis Pada Anak

 

Tahukah anda bahwa bronkiolitis merupakan sebuah gangguan pernapasan yang sangat ditakuti oleh para ibu di dunia ini, karena bronkiolitis biasanya mengintai para bayi yang berusia di bawah enak bulan. Belum diketahui dengan pasti apa saja penyebab pasti bronkiolitis. Namun beberapa kasus menyebutkan bahwa kondisi ini disebabkan oleh adanya infeksi virus respiratory syncytial virus atau RSV yang menyebabkan beberapa peradangan pada bronkiolus atau paru-paru anak. Dan biasanya kasus bronkiolitis ini akan semakin meningkat ketika musim hujan telah tiba, dan adanya suhu udara yang rendah. Sehingga bagi anda yang memiliki buah hati dibawah 6 bulan, ada baiknya jika anda memberikan proteksi yang lebih baik terutama pada malam hari.

Anak-anak yang mengidap bronkiolitis biasanya akan memiliki gejala umum seperti flu pada umumnya seperti batuk ringan, hidung meler, dan demam ringan. Namun ketika anak anda mulai batuk terllau sering, dan batuk yang mereka adalah batuk kering. Ada baiknya jika anda langsung memberikan penanganan yang terbaik yaitu konsultasi dengan dokter. Apalagi jika keadaanya sudah semakin parah, bisa jadi mereka akan merasa menggigil dan demam tinggi. Lalu sebenarnya apa sajakah penyebab bronkiolitis yang mengintai anak. Mengapa mereka bisa sangat rentan terhadap virus SRV ini?

READ  Cara Mengobati Cacar Air Pada Anak Yang Baik Dan Benar

Perlu untuk anda ketahui, bahwa sebenarnya selain dari virus RSV. Ada banyak jenis virus lainnya yang bisa menyebabkan seorang anak terserang bronkiolitis. Dan beberapa jenis virus lainnya adalah influenza, parainfluenza, adenovirus, dan juga rhinovirus. Dan beberapa jenis virus yang telah disebutkan ini, biasanya hidup di sekitar anak-anak. Itulah mengapa anak-anak kita sangat rentan akan berbagai penyakit. Virus ini biasanya bersarang pada mainan kotor yang mereka gunakan, selain itu si kecil bisa jadi terkontaminasi virus melalui tularan atau percikan air liur dari seseorang yang mengidap riwayat penyakit yang hampir sama.

Berikut ini terdapat beberapa penyebab lain, mengapa anak-anak sangat rentan akan bronkiolitis.

  • Bayi yang lahir secara premature biasanya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena bronkiolitis dibandingkan dengan anak yang memiliki kelahiran normal.
  • Secara tidak sengaja sering menghirup asap rokok.
  • Tidak mendapatkan ASI secara layak dan semestinya, sehingga anak tersebut tidak memiliki system kekebalan tubuh atau imun yang baik. Karena ASI merupakan asupan penting yang harus di dapatkan oleh seorang anak agar mereka bisa membentengi diri mereka dari berbagai macam jenis penyakit.
  • Anak-anak yang tinggal di lingkungan yang padat dan kotor.
  • Mereka dengan penyakit jantung dan juga penyakit paru-paru bawaan.
READ  Terapkan beberapa indikator keluarga sehat dalam lingkungamu

Beberapa penyebab ini tentunya akan menimbulkan gejala yang bisa menjadi petunjuk kita untuk melakukan tindakan selanjutnya agar bronkiolitis tidak menjadi semakin parah. Beberapa gejalanya adalah sebagai berikut.

  • Munculnya demam yang disertai dengan gangguan pilek dan juga batuk. Jika mulai muncul gejala ini sebaiknya segera berikan antibiotic atau paracetamol untuk menurunkan demam si anak.
  • Ketika anak mulai demam, biasanya mereka akan merasa mual dan kehilangan nafsu makan. Sebagai orang tua, anda harus memaklumi kondisi ini. Anda harus menanyakan makanan apa yang mereka inginkan, agar mereka tetap mendapatkan asupan gizi. Sehingga mereka bisa memiliki energi untuk melawan virus yang menyerang mereka. Sehingga system imun mereka akan semakin meningkat.
  • Anak biasanya akan mudah Lelah, bahkan tidak ingin bermain dan berbincang dengan orang lain.
  • Mereka biasanya akan mulai kesulitan untuk bernapas, bahkan dalam waktu 2 sampai dengan 3 hari napas akan terdengar lebih parah. Disertai dengan batuk dan berbunyi. Kondisi ini biasanya akan menjadi penyebab bronkiolitis anak semakin parah. Jadi anda perlu segera menghubungi dokter untuk penanganan yang lebih lanjut.
READ  Ini Dia Cacar Air Pada Anak Yang Harus Anda Kenali

Sumber :

www.healthimaging.com

www.health.detik.com